Hidup ala Engineer…

Kemaren sebulan yang lalu seminar studi kasus, sekarang lagi bergelut dengan pelaksanaan studi kasus dengan asistensi-asistensinya. Belum lagi seminar Tugas Akhir atau pelaksanaan T.A nya dan sidangnya (mana 2x lagi). Waduhhh… kayanya gak terkejar nich… (bisa-bisa wisuda juga molor nich).

Bicara mengenai pelaksanaan Studi Kasus, ternyata susah-susah-susah-susah gampang (susahnya 4x gampangnya cuma 1x). Maklum dalam pelaksanaannya kita harus mempelajari regulasi-regulasi alias NSPM (Norma Standar Pedoman Manual). Dari NSPM tersebut baru kita bandingkan dengan kenyataan yang ada apakah sudah memenuhi standar yang ada ataukah belum. Topik yang kubahas adalah mengenai jaringan jalan jadi berkutat pada UU no. 29 th 2009 yang baru, UU no. 38 tahun 2004, PP no. 36 tahun 2006 dan Pedoman/Manual/Tata Cara seperti Pd T-PdT xxxx , MKJI 1997 dan lainnya yang bikin puyeng. Baru dari situ kita memecahkan permasalahan tersebut.

Bicara mengenai NSPM maka ternyata bahwa hidup kita ini ternyata ada NSPM juga (bagi yang muslim), yaitu AL-Quran, As-Sunnah, Ijma dan Qiyas. Al Quran maupun As-Sunnah mungkin kita sudah pada tahu. Ijma itu kalau yang saya tangkap dalam pengertiannya adalah kesepakatan para ulama. Sedangkan Qiyas menurut para ulama menyamakan sesuatu yang tidak ada dasar hukumnya dengan sesuatu yang ada  dasar hukumnya dalam AlQuran atau AsSunnah karena ada persamaan sebab, manfaat, bahaya, jenis ataupun aspek lainnya.

Nah hidup kita juga kalau mengikut NSPM (baca : Al Quran dan AsSunnah) maka tentu juga tidak akan menimbulkan masalah. Tapi tentu saja yang diatur dalam hidup itu adalah masalah lahir dan batin. Jadi kita harus mengikuti aturan lahir dan batin menurut AlQuran dan Sunnah serta dasar hukum lainnya. Insya allah selamat dunia dan akhirat.

(Tapi….ntu boz, masalah batin susah sekali ngamalinnya ?).

Iyaa..ya..!, Memang masalah batin susah sekali menurut sama hati kita. Maunya ikhlas tapi kok ada aja maunya nafsu. Pengen dipuji, pengen upah, pokoknya ada pamrihlah. Apalagi kalo lagi di proyek……(lagi pendekatan…, biar dapet proyek, he..he..)

Tapi bicara ikhlas, ternyata di bangunan struktur ada ikhlasnya juga lho..(hlah, balik lagi ke enginering nich). Di struktur bangunan seperti jembatan, bangunan tidak akan runtuh kalau jumlah momentnya = 0 (nol). Struktur akan seimbang. Nach kalau hidup kita jumlah momentnya = 0 (nol), artinya kita tidak mengharap pamrih (ikhlas) dan lahaula wala quwata illa billah (tidak ada daya dan upaya selain dengan Allah), maka hidup kita pun akan kokoh. Segala Beban hidup yang ada pada kita janganlah kita tanggung sendiri, tapi kembalikan kepada Sang Pemilik. Dan kalau mempunyai anugerah seperti harta atau jabatan dan lainnya juga kembalikan kepada Sang Pemilik, sehingga diri kita menjadi nol (baca : tidak ada daya upaya). Dan kita tidak akan runtuh (putus asa) ataupun sombong …hanya karena suatu musibah ataupun anugerah… Ok !

Yaa Allah..jadikan ilmu dan perbuatan kami sesuai ridha-Mu …

Ditulis dalam Kisah Hikmah. Tag: , . 2 Comments »

2 Tanggapan to “Hidup ala Engineer…”

  1. ajikinai Says:

    ala engineer ntu artinya suka betulin barang2 rusak ya pak?hihi

  2. botaxx Says:

    ok bgt…hmm rasa-rasanya, iman, islam, ikhsan itu emang tahapan yang menyenangkan…krn di dalamnya terkandung keikhlasan…buruan kita berlomba-lomba mencobanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s