Cintailah Orang Miskin

Beberapa waktu yang lalu, saya berjalan-jalan untuk refreshing. Maklum, kuliah yang banyak tugas membuat kita stress. Jadi wajarlah kita berjalan-jalan. Kali ini saya jalan-jalan ke Pasar Baru, buat beli pakaian. Di Bandung, Pasar Baru terkenal sebagi pusat grosir pakaian.

Untuk ke Pasar Baru, dari Cicaheum, kita bisa naik bis damri. Semua jurusan bisa digunakan. Dimana nantinya kita turun di perempatan setelah alun-alun. Saya senang naik bis, karena bisa menikmati perjalanan.

Setelah menunggu sebentar di terminal Cicaheum, akhirnya bis damri ada yang berangkat. Bis yang saya naiki kebetulan adalah non AC alias ekonomi. Nach …permasalahan atau topik ini bermula dari sini. Di perjalanan tersebut dari kaca, saya melihat beberapa gelandangan yang sedang tidur di emperan bangunan di jalan Asia Afrika. Pakaiannya sangat lusuh sekali. Penuh sobekan. Pada saat itu saya berfikir, “Gelandangan tersebut apakah pernah merasakan kenikmatan seperti saya, bisa jalan-jalan refreshing. Naik bis, nonton film dan lainnya. Saya kemudian berfikir lagi ,”Bagaimana pikirannya atau pandangan mereka terhadap kita, terhadap orang kaya, atau terhadap orang terkenal seperti artis atau politikus yang bergelimang harta. Bagaimana ya, mereka melihatnya?”

Saya membayangkan, mungkin cara mereka memandang kita, juga sama pandangan kita terhadap artis/politikus. Di mana kita memandang artis, karena mereka (para artis) sudah ada nasibnya atau takdirnya. Kita memandang artis sebagai hal yang biasa, yang mana mereka sudah diberi kelebihan. Mungkinkah mereka (para gelandangan) juga seperti itu memandang kita????. Saya tidak tahuuu…

Saya berfikir, kenapa takdir ini melahirkan saya sebagai si Anu. Bagaimana kalau saya yang menjadi gelandangan. Saya berfikir lagi, seandainya mereka itu sudah ditakdirkan menjadi gelandangan kemudian mereka sendiri tidak mengerti agama, yang mana mereka tidak ada kesempatan untuk belajar agama. Akan kah mereka kita vonis sebagai orang yang ahli neraka, sementara kita yang sudah ditakdirkan hidup senang, kita merasa seolah-olah kita ahli surga. Saya mungkin berfikir adilkah Tuhan? Sekali lagi saya merenung….. saya tidak bisa menjawabnya.

Tapi jika Tuhan Maha Adil, jangan-jangan nanti di akhirat kita adalah gelandangan atau budak, sementara gelandangan-gelandangan tersebut nantinya adalah raja. Saya jadi merasa takut…, jangan-jangan … ! (Ah, takut saya memikirkannya). Saya teringat cerita para ulama bahwa Rasulullah saw amat mencintai orang miskin. Rasulullah bahkan sering menahan lapar. Saya tersentak…….”Mungkin inilah kelebihan orang miskin. Begitulah keadilan Tuhan. Akankah kita akan dicintai oleh Rasulullah saw, sementara kita kaya tapi tidak mencontoh apa yang Rasullullah saw? Saya merasa takut…..!

“Ya Allah, janganlah Engkau siksa kami di akhirat, hanya karena kami lalai terhadap nasib saudara kami”. Ya Allah, berilah mereka rezeki, sehingga mereka dapat merasakan apa yang kami rasakan.”

Ditulis dalam Kisah Hikmah. Tag: . 2 Comments »

2 Tanggapan to “Cintailah Orang Miskin”

  1. pujangga Says:

    Wuih….post yang bagus banget..terhenyuh hati saya lhooo mas.😀
    Blog Keren.TOP dah ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s